Borneo Indobara Lakukan Aktivitas Tambang Diduga Tanpa Ganti Rugi



HAJI Abdul Bari yang merupakan pemilik lahan sebanyak 36 hektar yang terletak di Wilayah Desa Hati`if RT. 04 Kecamatan Kusan Hulu Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan dengan ukuran 200 x 1800 meter dan atau seluar 36 Hektarmerasa sangat terkejut dan geram melihat lahannya hampir habis digarap oleh PT. Borneo Indobara.

“Aku sangat terkejut disaat aku bersama kawan-kawan menengok tanah milikku sebanyak 36 hektar hampi habis digarap perusahaan tambang batubara, yaitu PT. Borneo Indobara”, ujar Haji Bahri panggilan akrab H. Abdul Bari kepada awak media ini, Jum`at, 05 Juni 2020.

Menurut Haji Bahri, tanah tersebut diperolehnya hasil membeli dari saudara Iwan Sulaiman (almarhum) dan saudara Muhamad Abad Santoso enam tahun yang silam dan di kuasainya secara terus menerus sejak dibeli pada tahun 2014 sampai sekarang, ucapnya.

“ini semua bukti surat menyuratnya dan kwitansi pembelian tanah tersebut ada semua saya simpan sampai sekarang, saya hanya minta perusahaan Borneo Indobara mengganti rugi tanah saya itu, jangan asal garap saja tanpa permisi sama sekali kepada saya. Harus beretika doong, temui saya kita bicarakan baik-baik seperti apa aturan mainnya, jangan asal tambang tanpa melihat siapa pemilik sebenarnya’, tutur Haji Bahri seraya memperlihatkan alat bukti kepemilikan tanah tersebut kepada awak media ini.

Salah satu Kuasa Hukum Haji Abdul Bari, saat dikonfirmasi oleh awak media ini mengatakan, Lahan seluas 36 hektar milik Haji Bahri itu di dapatkannya atas transaksi Jual-Beli dengan bukti kwitansi jual beli oleh anbtara klien kami dengan saudara Iwan Sulaiman (almarhum) seluas 20 hektar dengan seharga Rp 400.000.000,00 (Empat ratus Juta Rupiah) tertanggal 4 Februari 2014 dan dengan saudara Muhamad Abad Santoso seluas 16 hektar dengan harga Rp 350.000.000,00 (Tiga ratus Lima puluh juta Rupiah) tertanggal 9 Mei 2014, ucap H. Marli, SH kepada awak media ini, Jum`at (5/6/2020).

Menurut Marli seraya dibenarkan rekannya Andi Nurdin, Kastalani, Asmuni, dan Illa menjelaskan, lahan milik Haji Bahri yang terletak di wilayah Desa Hati`if RT. 04 Kecamatan Kusan Hulu Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan dengan ukuran 200 x 1800 meter atau seluas 36 Hektar milik klien kami tersebut, dikuasai oleh klien kami secara terus menerus, ini semua dibuktikan adanya surat pernayataan yang diketahui lengsung oleh Kepala Padang saudara RUSDIANSYAH, Ketua Rukun Tetangga 004 Hati`if saudara PARHANI juga di ketahui oleh saudara AMBRAN yang merupakan Kepala Desa Hati`if yang semuanya membubuhkan tandatangannya di sehelai kertas Surat Peranyataan Bermaterai dan stimpel basah tertanggal 22 Mei 2019 dengan titik koordinat 349346 , 9609469 / 349334 , 9607685 / 349135 , 9607688 dan 349146 , 9609472.

Adapun bukti kepemilikan atas tanah dan atau lahan milik klien kami tersebut sebanyak 18 (delapan belas) buah surat berupa SURAT PERNYATAAN PENGUASAAN FISIK BIDANG TANAH (SPORADIK) dengan atas nama ILYAS seluas 20.000 M2 Reg Nomor 503/SPPFST/DH/2010, JURITO seluas 20.000 M2 Reg Nomor 504/SPPFST/DH/2010, AMINAH seluas 20.000 M2 Reg Nomor 505/SPPFST/DH/2010, FITRIANUR HIDAYAT seluas 20.000 M2 Reg Nomor 506/SPPFST/DH/2010, MARLIATI seluas 20.000 M2 Reg Nomor 507/SPPFST/DH/2010, LUPI seluas 20.000 M2 Reg Nomor 508/SPPFST/DH/2010, MUHAMAD ABAD SANTOSO seluas 20.000 M2 Reg Nomor 509/SPPFST/DH/2010, KABOL seluas 20.000 M2 Reg Nomor 510/SPPFST/DH/2010, AHMAD JAMILA seluas 20.000 M2 Reg Nomor 511/SPPFST/DH/2010, MATORIK seluas 20.000 M2 Reg Nomor 512/SPPFST/DH/2010, HANAFI seluas 20.000 M2 Reg Nomor 513/SPPFST/DH/2010, NUNI seluas 20.000 M2 Reg Nomor 514/SPPFST/DH/2010, SUKATIK seluas 20.000 M2 Reg Nomor 515/SPPFST/DH/2010, HASMILAFUTRI seluas 20.000 M2 Reg Nomor 516/SPPFST/DH/2010, JULIADI seluas 20.000 M2 Reg Nomor 517/SPPFST/DH/2010,GEMI seluas 20.000 M2 Reg Nomor 518/SPPFST/DH/2010,JAMILAH seluas 20.000 M2 Reg Nomor 519/SPPFST/DH/2010, dan atas nama MIRHAS seluas 20.000 M2 Reg Nomor 520/SPPFST/DH/2010; semua SPORADIK di buat di Desa Hati`if, tertanggal 20 Nopember 2010 yang di ketahui oleh sejumlah saksi perbatasan, Ketua RT 4 saudara ABAN dan saudara AMIRUDIN yang merupakan Kepala Desa Hati'if, Kecamatan Kusan Hulu Kabupaten Tanah Bumbu dengan asal usul status tanah Hak Ulayat Adat.

Hasil investigasi kamipun melihat langsung, selain di tambang oleh PT Borneo Indobara ini, sebagian lahan milik Haji Bahri yang merupakan klien kami ini di Kecamatan Kusan Hulu Tanah Bumbu tersebut ternyata dibuat jalan oleh perusahaan tanpa seizin Haji Bahri sebagai pemilik lahan yang sah.

"Jalan-jalan tambang dibangun di areal milik klien kami. Dan yang melewatinya adalah armada batubara milik perusahaan PT Borneo Indobara juga perusahaan lainnya. Begitu juga, areal pembuangan tanah bekas galian dilakukan di atas lahan milik klien juga," tutur Marli.

Atas perbuatan perusahaan tersebut, Marli menilai, perusahaan PT Borneo Indobara telah merebut tanah milik orang lain demi mengambil keuntungan pribadi yakni perbuatan tersebut sebagai tindakan penyerobotan tanah. Atas perbuatan perusahaan melanggar pasal 31 ayat (1) UU RI Nomor 11/1967 tentang Pertambangan, karena menambang tanpa izin di lahan milik orang lain serta juga melanggar Pasal 385 KUHP.

Menurut Marli, pihaknya sudah dua kali melayangkan Somasi kepada pihak perusahaan PT. Borneo Indobara, dan juga pada tanggal 22 bulan Juni 2019, pihaknyapun juga mengajukan surat klarifikasi tanah dijadikan jalan hauling ke perusahaan dan atas koordinasi dengan pihak Mitra dari PT Borneo Indobara pihanya diminta untuk mengajukan previkasi lahan ganti rugi yakni pada tanggal 10 Februari 2020.

“Surat tersebut sudah kami sampaikan kepada TIM Klarifikasi Lahan Garapan PT. Borneo Indobara dan juga kepada pihak perusahaan sendiri, namun sampai saat ini belum ada kabar tindak lanjutnya. Kalau semua surat yang kami sampaikan diabaikan, Insya Allah kami akan melakukan langkah hukum baik, maupun menutup dengan cara memportal jalan dilokasi tanah milik klien kami tersebu”, tegas Marli seraya menutup pembicaraannya. (asp/gih)
Reaksi: 

Berita Terkait

PERISTIWA 522855566106822320

Terbaru






close





Populer

Comments

item