RBFJ Minta Jokowi Tak Diseret Konflik Demokrat


KUBU Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY diminta tidak lagi mengait-ngaitkan presiden Jokowi dalam urusan Kongres Luar Biasa (KLB) partai Demokrat yang telah menetapkan Kepala Staf Keprisidenan Moeldoko menjadi Ketua umum.

"Sekali lagi, konflik internal partai Demokrat yang berbuah KLB di Deli Serdang dan menetapkan Moeldoko jadi Ketua umum partai Demokrat tidak ada kaitannya dengan presiden Jokowi," kata Ketua umum Relawan Buruh For Jokowi (RBFJ) Mudhofir Khamid dalam keterangan persnya Senin 8 Maret 2021.

Mantan presiden buruh terbesar di Indonesia ini menegaskan, jika urusan pak Moeldoko yang dipilih melalui KLB adalah urusan pribadi.

"Jangan semua handuk dilempar ke presiden dong. Masak urusan internal parpol dilempar juga ke Jokowi. Presiden saat ini sedang fokus melayani masyarakat menanggulangi Covid-19 dan pemulihan ekonominya," ungkapnya.

Dia mengingatkan, perpecahan partai politik juga pernah terjadi saat rezim Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memimpin negara ini.

"Kita semua masih ingat, PKB juga terjadi perpecahan saat SBY," jelasnya.

Mudhofir juga mengenang tahun 2013 lalu saat SBY "mendongkel" Ketua umum partai Demokrat Anas Urbaningrum lantaran tersandung persoalan hukum di KPK.

"Setelah kepemimpinan Anas digulingkan saat itu, kini terjadi KLB yang menimpa AHY. Adanya, KLB Demokrat ini saya melihat ada kepemimpinan yang rapuh. Sehingga, terjadilah KLB di Deli Serdang. Jadi saya tegaskan, Jokowi jangan lagi diseret-seret dalam konflik internal partai Demokrat," pungkasnya. 

Sebelumnya, KLB Partai Demokrat (PD) di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) Jumat 5 Maret 2021 resmi menetapkan Moeldoko menjadi ketua umum partai periode 2021-2025.

Selain itu, dalam KLB  Marzuki Alie juga ditetapkan menjadi Ketua Dewan Pertimbangan partai Demokrat 2021-2025.

 (sal/kaf)

Berita Terkait

news 4612632055067626655

Terbaru






close





Populer

Comments

item