Sengketa Lahan di Depok Terus Berlanjut


KASUS saling klaim kepemilikan lahan seluas 20.634 meter persegi di Jalan Tole Iskandar, Kota Depok Jawa Barat terus berjalan.

Tak tanggung-tanggung, pengerahan massa pun dilakukan oleh pihak YPKC (Yayasan Pendidikan Kesehatan Carolus) dalam upaya pengambil alihan secara paksa lahan tanah tersebut.

Ahli waris tanah, Bolot bin Jisan melalui kuasa ahli waris Hasanuddin meminta aparat hukum bertindak tegas. Karena diduga ada sekelompok preman melakukan pengerahan massa terhadap keluarga Ahli Waris tanah Bolot Bin Jisan.

"Kami masih bertahan sampai saat ini. Bahkan, pihak yayasan YKPC terkesan anarkis dengan cara-cara premanisme hingga memutuskan aliran listrik secara sepihak," kata Hasanuddin saat di sejumlah awak media, Sabtu (10/4/2021).

Hasanuddin melanjutkan, kasus ini permasalahan perdata tanah. Pihak ahli waris dan keluarganya ini telah melewati berbagai proses hukum yang berlaku di Indonesia dari putusan pengadilan.

Bahkan, kata dia, gelar perkara di Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Barat sudah dilakukan. 

"Saya harap permasalahan sengketa tanah ini dapat terselesaikan dengan baik tanpa dikotori perbuatan-perbuatan diluar prosedur hukum. Apalagi sampai pengerahan massa diduga mengunakan jasa preman. Pihak ahli waris dan keluarga berharap aparat hukum dapat dengan cepat mengambil tindakan sesuai hukum yang berlaku," ucapnya.

Hasanuddin salah satu ahli waris sangat kecewa dan prihatin terhadap situasi yang menimpa keluarganya.

"Kita miminta aparat hukum dan Pemerintahan setempat turun tangan terhadap penyelesaian permasalahan ini. Perbuatan-perbuatan premanisme dan pengabaian protokol Covid-19 merupakan aturan yang harus ditegakkan. Kami sekeluarga berhak mendapatkan perlindungan hukum serta keadilan," pungkasnya. (adji/sil)

Berita Terkait

daerah 752672686118038917

Terbaru






close





Populer

Comments

item